sorotnasional.com
M.S Pelu GB
Jakarta – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti The Krakatau Grand Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur pada Sabtu (24/1/2026). Ini menjadi momen bersejarah bagi tokoh nasional Bapak Haji Umar Key, S.H., yang merayakan pernikahan putra pertamanya, Sukur Ohoitenan, S.E., dengan Utari Fanti Arfainy, S.H.
Mempelai wanita merupakan putri kedua dari almarhum Bapak Taryono dan Ibu Yanti Elita. Prosesi sakral diawali dengan akad nikah pada pukul 08.00 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan resepsi meriah dari pukul 12.00 hingga 16.00 WIB.
Siraman Rohani dan Kekayaan Budaya
Momen sakral pernikahan ini semakin istimewa dengan kehadiran Ustadz Abdul Somad (UAS) yang memberikan ceramah hikmah pernikahan. Dalam pesannya, UAS menekankan pentingnya menjaga ikatan pernikahan di atas landasan iman dan kasih sayang, yang didengarkan dengan khusyuk oleh seluruh tamu undangan.
Selain siraman rohani, kekayaan budaya Maluku Tenggara menjadi daya tarik utama. Para tamu disuguhi penampilan memukau Tari Samrah Fatnim yang dibawakan oleh 27 penari yang didatangkan langsung dari Pulau Kei. Gema musik yang dinamis membuat suasana ballroom terasa seperti di tanah Maluku, memberikan penghormatan tinggi pada akar budaya keluarga besar Umar Key.
Kehadiran Tokoh Nasional dan Pejabat Lintas Daerah
Acara ini menjadi ajang silaturahmi akbar yang dihadiri oleh ribuan undangan. Nampak hadir jajaran pejabat tinggi negara dan daerah, di antaranya Mantan Gubernur Maluku Murad Ismail, Gubernur Maluku, Bupati Maluku Tenggara, Ketua DPRD Maluku Tenggara, Wakil Gubernur DKI Jakarta, serta Walikota Bekasi dan Wakil Walikota Bekasi.
Walikota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan kesan mendalamnya. “Beliau (Umar Key) memiliki pribadi yang bersahaja. Semoga Ananda Sukur dan Fanti menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah,” ujarnya.
Keberagaman tamu juga terlihat dari hadirnya tokoh-tokoh adat dan pemuda, seperti Hercules, Sofyan Ohoytenan/Oval, Rais Key, Daud Key, Ali Fanser Marsabessy, Boy Latuconsina, Abad Lessy, Hamid Key, dan Damin Sada (Tokoh Adat Bekasi). Kehadiran mereka menunjukkan luasnya jejaring persaudaraan yang dibangun oleh Umar Key.
Sosok yang Tetap Membumi
Di balik kemegahan acara dan kehadiran tokoh-tokoh penting, kesan positif justru banyak datang dari para sahabat lama yang melihat sosok Umar Key tidak pernah berubah. Meskipun kini telah menjadi tokoh nasional yang berpengaruh, sifatnya justru dinilai semakin rendah hati.
Salah satu tamu yang enggan disebutkan namanya menyebut bahwa meskipun kini Umar Key telah menjadi tokoh besar, sifatnya justru semakin baik.
“Dulu Bang Umar itu orang baik, tapi sekarang dia berubah jauh lebih baik lagi. Buktinya, walaupun sudah sukses, beliau tetap mau merangkul dan mengenal kami yang sudah lama mengenalnya,” tuturnya dengan haru.
Testimoni Sahabat dan Kerabat
Bapak Roy Suryo yang turut hadir menyatakan kekagumannya atas perpaduan budaya dalam acara ini. “Ini merupakan kegembiraan kita semua, sebuah pernikahan nusantara yang menyatukan unsur Jawa dan Maluku,” tuturnya.
Senada dengan itu, Ali Mochtar Ngabalin memberikan pernyataan menarik mengenai sosok sang sahabat. “Abang Umar itu pribadi yang unik; ‘lembut tapi keras, keras tapi lembut’. Saya sangat bangga, apalagi kualitas keimanan beliau semakin meningkat,” ungkap Ngabalin sembari mengacungkan jempol.
Apresiasi dari Keluarga Besar
Menutup rangkaian acara, Haji Umar Key, S.H., selaku Ketua Umum FPMM yang didampingi oleh Bapak Haji Ongen Sangaji, S.H. (Anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Dewan Pembina FPMM), menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya.
“Terima kasih kepada seluruh tim panitia, manajemen TMII, aparat TNI dan Polri, serta para pejabat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan seluruh anggota Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) yang telah hadir. Dukungan kalian adalah kebahagiaan bagi keluarga besar kami,” pungkas Umar Key.
Acara berakhir dengan tertib, meninggalkan kesan mendalam tentang persatuan dalam bingkai keberagaman budaya dan persahabatan yang kokoh.









