Sorot Nasional.com
M.S Pelu GB
Buru, Maluku — Dalam kajian ekonomi makro dan kebijakan publik, terdapat satu aksioma mendasar yang berlaku universal: trust atau kepercayaan adalah mata uang tertinggi. Ketika menganalisis postur APBN maupun ketahanan sistem keuangan nasional, Prof. Dr. Hj. Wasiaturrahma, S.E., M.Si., Guru Besar FEB Universitas Airlangga, menegaskan sebuah pemikiran yang amat fundamental: “Bank yang sehat akan melahirkan kepercayaan masyarakat.”
Pemikiran ini sepintas terasa sederhana, namun menembus jantung rasionalitas ekonomi. Kepercayaan publik pada lembaga perbankan tidak lahir dari dekorasi megah atau jargon pemasaran, melainkan ditempa oleh kesehatan organiknya—kecukupan modal (capital adequacy), tata kelola yang akuntabel (good corporate governance), manajemen risiko yang presisi, serta integritas moral para pengelolanya.
Tanpa fondasi kesehatan tersebut, sistem finansial akan rapuh dan kehilangan legitimasinya di mata publik.
Refleksi ilmiah mengenai analogi perbankan ini menemukan resonansi yang sangat kuat dan relevan ketika kita menatap dinamika pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia, khususnya di bumi Bupolo, Kabupaten Buru, Maluku.
Analogi Empiris: Dari Rasionalitas Keuangan ke Integritas Akademik
Jika dalam dunia perbankan kesehatan modal dan manajemen risiko melahirkan kepercayaan nasabah, maka dalam ekosistem pendidikan tinggi, kesehatan lembaga diukur dari empat pilar utama: kualitas mutu kurikulum, tata kelola kelembagaan yang transparan, integritas akademik yang kokoh, serta konsistensi pengabdian kepada masyarakat.
Peristiwa bersejarah baru saja diukir di Universitas Iqra Buru (Uniqbu). Berdasarkan hasil asesmen lapangan komprehensif dan evaluasi ketat dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Jurusan Studi Pembangunan (SP) Fakultas Ekonomi Universitas Iqra Buru resmi meraih Akreditasi UNGGUL untuk masa berlaku lima tahun ke depan.
Capaian ini bukan sekadar legitimasi administratif di atas lembar kertas berbingkai. Secara empiris, Akreditasi Unggul adalah pengakuan tertinggi negara dan publik terhadap standar proses pembelajaran, kapasitas riset, serta rekam jejak pengabdian yang dijalankan institusi. Kehadiran Prof. Rahma saat melakukan visitasi asesmen lapangan bukan sekadar proses audit rutin, melainkan sebuah ikhtiar ilmiah untuk memastikan bahwa “kesehatan” dan “vitalitas” kelembagaan Uniqbu benar-benar prima dan memenuhi kualifikasi mutu standar nasional.
Panggilan Heroik dari Bumi Bupolo
Memajukan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan dan daerah berkembang kerap kali dihadapkan pada tantangan struktural yang tidak ringan—mulai dari keterbatasan aksesibilitas hingga disparitas sarana prasarana. Namun, raihan Akreditasi Unggul oleh Jurusan Studi Pembangunan Fekon Uniqbu membuktikan sebuah kebenaran historis: keterbatasan geografi bukanlah penghalang untuk mencapai puncak keunggulan mutu.
Ini adalah manifestasi perjuangan yang heroik dari seluruh civitas akademika. Mantan Rektor Universitas Iqra Buru, Dr. Djunaidi Raupele, S.E., M.Si., mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini:
“Alhamdulillah, setelah perjuangan panjang dan kerja keras seluruh civitas akademika, Jurusan Studi Pembangunan Fekon Uniqbu berhasil meraih Akreditasi UNGGUL. Ini adalah buah dari ikhtiar bersama. Selamat dan sukses untuk Kajur, Dekan, para dosen senior—Dr. Tri, Dr. Baya, Dr. Fais—serta seluruh rekan terbaik. Semoga menjadi amanah untuk terus menjaga mutu dan menjadi berkah bagi Buru dan Maluku.”
Pesan, Kesan, dan Harapan Strategis
Lebih lanjut, Dr. Djunaidi Raupele, S.E., M.Si. menyampaikan pesan mendalam, kesan perjuangan, serta harapan besarnya kepada seluruh pemangku kepentingan:
Kepada Mahasiswa: Jadikan predikat “Unggul” ini sebagai pemantik semangat untuk terus mengasah kapasitas intelektual, integritas, dan kepemimpinan. Mahasiswa Studi Pembangunan Uniqbu kini berdiri sejajar dengan perguruan tinggi papan atas nasional, sehingga harus optimis dan bangga menjadi bagian dari kawah candradimuka pembangunan daerah.
Kepada Orang Tua Mahasiswa: Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Uniqbu. Raihan ini adalah bukti komitmen kampus dalam menjaga dan menumbuhkan potensi putra-putri terbaik daerah agar siap bersaing di masa depan.
Kepada Para Dosen dan Civitas Akademika: Pencapaian ini adalah ikhtiar kolektif yang luar biasa. Namun, mempertahankan mutu dan keunggulan membutuhkan konsistensi, inovasi riset, serta kolaborasi pengabdian yang tak boleh berhenti.
Kepada Pemerintah Kabupaten Buru: Besar harapan agar Pemerintah Daerah terus memperkuat sinergi dan kolaborasi strategis bersama Universitas Iqra Buru. Keberadaan kampus dengan jurusan berakreditasi Unggul adalah aset berharga daerah yang siap menjadi mitra kritis-konstruktif dan pusat kajian dalam merumuskan kebijakan pembangunan Kabupaten Buru yang berkelanjutan, Pungkasnya.
Dimensi Humanis: Menjaga Titipan Masa Depan Anak Bangsa
Di balik deretan indikator penilaian akreditasi yang terukur secara kuantitatif, terdapat dimensi humanis yang sangat menyentuh. Akreditasi Unggul pada hakikatnya adalah wujud Kepercayaan (Trust).
Ia adalah kepercayaan dari para orang tua yang bekerja keras menyerahkan putra-putri tercintanya untuk dididik, ditempa, dan dibekali ilmu pengetahuan di kampus ini. Ia adalah kepercayaan masyarakat Buru dan Maluku yang merindukan hadirnya teknokrat muda berjiwa kepemimpinan, serta kepercayaan negara yang menitipkan sebagian tugas pencerdasan kehidupan bangsa kepada Uniqbu.
Sebagaimana bank yang wajib mempertahankan rasio kesehatannya setiap hari agar tidak kehilangan kepercayaan nasabah, Universitas Iqra Buru—khususnya Jurusan Studi Pembangunan—kini mengemban amanah sejarah untuk terus merawat mutu, memperbarui standar riset, dan memperluas kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
Bank yang sehat melahirkan kepercayaan. Kampus yang bermutu melahirkan keunggulan. Dan dari kampus yang unggul, masa depan bangsa ini dibangun dengan penuh optimisme. Selamat atas pencapaian gemilang Jurusan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Iqra Buru.






