Merasa Diasingkan dan Minim Akses Agenda Wali Kota, Pokja Wartawan Bekasi Cecar Kabag Prokopim

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorot Nasional.com
Reporter, Asmor

Kota Bekasi, Jabar – Suhu di Balai Kota Bekasi memanas, pada Senin (29/9/2026). Bukan karena cuaca, melainkan karena protes keras yang dilayangkan Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Kota Bekasi.

Mereka secara terang-terangan mencecar Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Widy Tiawarman, terkait dua persoalan klasik yang tak kunjung tuntas: minimnya transparansi agenda Wali Kota dan fasilitas _pressroom_ yang terkesan sekadar formalitas.

Pokja menilai, selama ini wartawan hanya dijadikan penerima rilis, bukan sebagai mitra yang dilibatkan dalam peliputan langsung. Akibatnya, informasi yang sampai ke publik hanya satu arah, versi pemerintah saja.

“Jujur saja, kami ini butuh agenda yang jelas. Jangan cuma dikasih rilis jadi. Kalau cuma rilis, itu kan persepsi Pemkot. Kami butuh turun langsung, lihat faktanya, wawancara Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan warganya langsung. Itu baru berimbang,” tegas salah seorang wartawan dengan nada kecewa.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Buru Resmi Luncurkan Program Bantuan Pangan Beras

Kekecewaan memuncak saat disinggung soal tempat meliput. Ironis, di jantung pusat pemerintahan, wartawan mengaku tidak memiliki tempat yang layak untuk berkumpul, menulis, dan berkoordinasi.

“Kesan yang ditangkap publik, kami ini seolah-olah diasingkan. Masa iya wartawan Balai Kota ngumpulnya di bawah pohon _Pressroom_ ada, tapi tidak difungsikan maksimal. Ini yang kami sayangkan,” timpal jurnalis lainnya.

Menanggapi rentetan cecaran tersebut, Kabag Prokopim Widy Tiawarman tidak mengelak. Ia justru menyambut baik kritik tersebut sebagai bentuk kontrol sosial.

Widy mengakui adanya celah komunikasi dan berjanji akan menjadi jembatan agar tidak ada lagi sekat informasi antara Pemkot dengan wartawan.

Baca Juga :  Mengenalkan Sekolah Lansia, Wakil Walikota Bekasi Jadikan Lansia Mandiri, Sejahtera Dan Bahagia

“Masukan ini sangat baik. Saya sangat apresiasi teman-teman Pokja yang terus mengawal transparansi sampai tingkat RT/RW. Soal agenda, ke depan kita akan buat satu pintu lewat grup komunikasi yang solid dengan Kominfo, biar semua terinformasi,” jawab Widy.

Terkait independensi pemberitaan, ia menegaskan Pemkot menghormati sudut pandang wartawan. Rilis yang diberikan hanyalah panduan, bukan keharusan untuk ditulis mentah-mentah.

Untuk polemik _pressroom_ yang membuat wartawan merasa terpinggirkan, Widy memberikan janji tegas.

“Soal pressroom, itu menjadi catatan serius saya. Secepatnya akan saya bicarakan dan kita fasilitasi agar teman-teman nyaman dalam bekerja,” pungkasnya.

Berita Terkait

Legalitas Tanah Jadi Pijakan, Lembaga Pendidikan Keagamaan di Pohuwato Kini Bisa Kembangan Prasarana Lebih Optimal
Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Dapatkan Kepastian Waktu Ukur Tanah dengan Cepat
Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja
Keputusan Adat Petuanan Kaiely: Menjaga Warisan Leluhur, Merawat Damai Dataran Tinggi dan Rendah
Masyarakat Keluhkan Pelayanan Kantor Kelurahan Tampo: Kami heran Bahkan Stempel Dibawa Pulang Kepala Lingkungan
Manja Rider Community: Dari Perjalanan Keluarga Menjadi Kebersamaan di Jalan
MRC No One Knows Dari Rakit Bambu ke Gelaralam, Berlabuh di Bunga Ayu
Perkuat Keamanan Lapas Bekasi, Razia Gabungan Bersama APH
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 10:04 WIB

Merasa Diasingkan dan Minim Akses Agenda Wali Kota, Pokja Wartawan Bekasi Cecar Kabag Prokopim

Senin, 28 September 2026 - 08:54 WIB

Legalitas Tanah Jadi Pijakan, Lembaga Pendidikan Keagamaan di Pohuwato Kini Bisa Kembangan Prasarana Lebih Optimal

Senin, 28 September 2026 - 08:39 WIB

Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja

Senin, 28 September 2026 - 06:47 WIB

Keputusan Adat Petuanan Kaiely: Menjaga Warisan Leluhur, Merawat Damai Dataran Tinggi dan Rendah

Jumat, 25 September 2026 - 18:21 WIB

Masyarakat Keluhkan Pelayanan Kantor Kelurahan Tampo: Kami heran Bahkan Stempel Dibawa Pulang Kepala Lingkungan

Berita Terbaru