SorotNasional.com
Reporter
Desa Mulaeno, Kec. Poleang Tengah, Kab. Bombana, Sultra — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Halu Oleo (UHO) yang tergabung dalam kelompok KKN REBA-2 UHO 2026 membangun tempat pembakaran sampah atau incinerator di Desa Mulaeno.
Pembangunan ini merupakan salah satu program kerja (proker) unggulan mahasiswa selama menjalani masa pengabdian di desa tersebut.
Program ini digagas setelah mahasiswa KKN menemukan bahwa Desa Mulaeno hingga saat ini belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Ketiadaan TPA membuat pengelolaan sampah warga desa menjadi salah satu persoalan yang perlu segera ditangani, sehingga mahasiswa berinisiatif membangun incinerator sederhana berbahan dasar batako sebagai solusi jangka pendek.
Incinerator hasil program kerja mahasiswa KKN REBA-2 UHO 2026 untuk mendukung pengelolaan sampah di Desa Mulaeno.
“Kami melihat langsung bahwa sampah rumah tangga di sini biasanya hanya dibakar seadanya atau dibuang di kebun dan dibiarkan menumpuk, karena memang belum ada TPA. Dari situ kami berpikir, setidaknya harus ada fasilitas yang lebih layak untuk membakar sampah, makanya kami bangun incinerator ini,” ujar salah satu anggota KKN REBA-2 UHO 2026.
Secara teknis, incinerator batako ini dirancang dengan kisi-kisi besi sebagai tungku pemisah, pintu pengoperasian, serta rongga udara di bagian bawah untuk menjaga sirkulasi oksigen.
Konstruksi ini dibuat agar pembakaran sampah rumah tangga berlangsung lebih cepat dan efisien ketimbang metode pembakaran terbuka (open burning), sekaligus meminimalkan sebaran asap ke pemukiman.
Pembangunan incinerator dikerjakan secara gotong royong oleh mahasiswa KKN bersama warga setempat selama kurang lebih dua hari. Setelah rampung, fasilitas tersebut langsung diuji coba bersama Kepala Desa Mulaeno, Drs. Nuryamin, pada Selasa, (18/8/2026).
Dalam uji coba tersebut, incinerator dinyatakan berfungsi dengan baik dan mampu membakar sampah rumah tangga secara efektif. Kepala Desa Mulaeno menyambut baik keberadaan fasilitas ini dan berharap dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga.
“Ini sangat membantu kami. Selama ini warga memang kesulitan soal sampah karena tidak ada TPA. Dengan adanya incinerator ini, mudah-mudahan sampah bisa dikelola lebih baik lagi. Kami berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang sudah memikirkan dan membangun ini untuk desa kami,” kata Kepala Desa Mulaeno.
Selain pembangunan fisik, mahasiswa KKN turut memberikan sosialisasi pemilahan sampah organik dan anorganik agar pengoperasian tungku pembakar berjalan optimal tanpa menimbulkan asap berbahaya dari pemilahan yang salah.
Koordinator Desa KKN REBA-2 UHO 2026, Muh. Abi Musinini Barla, berharap keberadaan incinerator ini dapat menjadi solusi awal bagi permasalahan sampah di Desa Mulaeno, sekaligus mendorong kesadaran warga akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik.
“Kami berharap incinerator ini bisa terus dipakai dan dirawat oleh warga meskipun masa KKN kami sudah selesai. Ini adalah bentuk kontribusi kecil kami untuk desa,” ujarnya.
Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UHO dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan, khususnya dalam aspek pengelolaan lingkungan dan sanitasi.
Guna menjaga keberlanjutan fasilitas, pemerintah desa setempat berencana membentuk tim pengelola sampah lingkungan untuk merawat serta mengawasi penggunaan incinerator tersebut secara rutin.






