Bupati Muna Terima Plakat Guinness World Records dan Piagam MURI Cap Tangan Tertua di Dunia dari Peneliti BRIN

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorot Nasional.com
Reporter

MUNA, Sultra – Kabupaten Muna kembali mencatatkan sejarah dunia. Bupati Muna, Drs. H. Bachrun, M.Si, menerima secara langsung Plakat Sertifikat Guinness World Records untuk Gua Liang Metanduno dan Piagam Mahakarya Kebudayaan MURI untuk Lukisan Cap Tangan tertua di dunia.

Penyerahan dilakukan oleh Peneliti Pusat Riset Arkeometri BRIN, Adhi Agus Oktaviana yang akrab disapa Mas AA, pada Jumat 14/8/2026 di Galampano Kantolalo, Muna.

Dalam penerimaan tersebut Bupati Muna didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muna, Kabid Kebudayaan, dan Ketua Komunitas Pemerhati Warisan Budaya Suku Wuna (KAMBAWUNA) serta.

Lukisan cap tangan itu ditemukan di Gua Liang Metanduno, Desa Liangkabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara. Berdasarkan hasil uji laser-ablation uranium-series oleh tim BRIN bersama Griffith University Australia, usia cap tangan ditetapkan 67.800 tahun SM dengan batas minimum. Hasil riset ini dipublikasikan di jurnal Nature 22 Januari 2026.

Baca Juga :  Pembangunan Fasilitas PSEL Kota Bekasi Dimulai, Melanjutkan Transformasi Pengolahan Sampah Nasional

Rekor ini sekaligus menggeser cap tangan Spanyol 66.700 tahun dan seni cadas Maros 51.200 tahun. Atas capaian itu, Liang Metanduno resmi masuk Guinness World Records 2026 kategori seni non-figuratif tertua di dunia, dan mendapat Piagam MURI sebagai Mahakarya Kebudayaan Indonesia.

“Penemuan ini membuktikan bahwa manusia modern telah menyeberangi lautan secara sengaja sejak hampir 70.000 tahun yang lalu. Sangat mungkin pembuat lukisan ini adalah bagian dari populasi yang kemudian menyebar ke timur hingga Australia,” jelas Mas AA saat menyerahkan sertifikat.

Bupati Bachrun menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pengakuan internasional tersebut.

“Ini adalah hari bersejarah bagi Muna dan Indonesia. Cap tangan 67.800 tahun di Liang Metanduno membuktikan bahwa peradaban awal manusia dan seni simbolik lahir dari tanah kita. Kami berterima kasih kepada Mas AA dan tim BRIN juga Kabid Kebudayaan dan juga komunitas KAMBAWUNA yang telah bekerja keras meneliti dan memperkenalkan Muna ke dunia,” ujar Bupati.

Baca Juga :  Wakil Walikota Bekasi : Halal Bi Halal Sebagai Momentum Terus Kompak Dalam Melayani Dan Mambangun Daerah

Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Muna Karim Darma, S.Pd, menyatakan siap mengintegrasikan Liang Metanduno ke dalam program pendidikan dan promosi budaya.

Kabid Kebudayaan Hadi Wahyudi,S.Si.,M.E., menambahkan akan memperkuat konservasi dan riset lanjutan di kawasan Liangkabori.

Sementara Ketua KAMBAWUNA Adi Minardi, S.Kom., S.E., menekankan peran masyarakat adat: “Liang Metanduno adalah warisan leluhur Suku Wuna. Kami siap mengawal agar tetap lestari dan tidak dirusak.”

Dengan diterimanya plakat dari peneliti BRIN ini, Muna kini resmi tercatat sebagai pemilik seni cadas tertua di dunia. Dari jejak telapak tangan di dinding gua, dunia kini tahu bahwa percikan awal kreativitas manusia modern bermula dari Desa Liangkabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Berita Terkait

Pemdes Lambiku Gelar Sosialisasi Pengalihan Ketahanan Pangan dan RDKK Pupuk Subsidi, Kades Tekankan Kelompok Tani Aktif
Ops Antik Krakatau 2026, Polda Lampung Ungkap 379 Kasus Narkoba dan Sita 85,9 Kilogram Sabu
Merasa Diasingkan dan Minim Akses Agenda Wali Kota, Pokja Wartawan Bekasi Cecar Kabag Prokopim
Legalitas Tanah Jadi Pijakan, Lembaga Pendidikan Keagamaan di Pohuwato Kini Bisa Kembangan Prasarana Lebih Optimal
Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Dapatkan Kepastian Waktu Ukur Tanah dengan Cepat
Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja
Keputusan Adat Petuanan Kaiely: Menjaga Warisan Leluhur, Merawat Damai Dataran Tinggi dan Rendah
Masyarakat Keluhkan Pelayanan Kantor Kelurahan Tampo: Kami heran Bahkan Stempel Dibawa Pulang Kepala Lingkungan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:37 WIB

Pemdes Lambiku Gelar Sosialisasi Pengalihan Ketahanan Pangan dan RDKK Pupuk Subsidi, Kades Tekankan Kelompok Tani Aktif

Selasa, 29 September 2026 - 07:18 WIB

Ops Antik Krakatau 2026, Polda Lampung Ungkap 379 Kasus Narkoba dan Sita 85,9 Kilogram Sabu

Senin, 28 September 2026 - 10:04 WIB

Merasa Diasingkan dan Minim Akses Agenda Wali Kota, Pokja Wartawan Bekasi Cecar Kabag Prokopim

Senin, 28 September 2026 - 08:54 WIB

Legalitas Tanah Jadi Pijakan, Lembaga Pendidikan Keagamaan di Pohuwato Kini Bisa Kembangan Prasarana Lebih Optimal

Senin, 28 September 2026 - 08:44 WIB

Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Dapatkan Kepastian Waktu Ukur Tanah dengan Cepat

Berita Terbaru