Diserang Kata “Bodoh”, YM. La Ode Riago, S.H. Sangia Kobenteno Ajak Tetap Teduh dan Utamakan Adab

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SorotNasional.com
Reporter/Riski

KENDARI, Sultra – Menanggapi pernyataan miring dari Saudara La Ode Muhammad Rabiali di media massa yang menyerang pribadinya dengan kata “bodoh” dan tuduhan “pembalikan sejarah” pasca-dialog di RRI Kendari, Yang Mulia (YM) La Ode Riago, S.H., Sangia Kobenteno akhirnya angkat bicara. Bukannya membalas dengan makian serupa, YM. La Ode Riago, S.H., Sangia Kobenteno justru memberikan jawaban yang meneduhkan dan mengajak semua pihak mengutamakan adab.

“Saya tidak pernah sembarangan berbicara di ruang publik, apalagi menyangkut sejarah sakral leluhur tanah Muna. Gelar akademik seharusnya melahirkan kearifan yang memperhalus tutur kata, bukan menjadi tameng kesombongan intelektual untuk mengerdilkan orang lain. Di atas ilmu itu ada adab,” ujar La Ode Riago dengan tenang.

La Ode Riago menilai tuduhan anakronisme (salah zaman) yang dilayangkan oleh Sdr. Rabiali terkait penyebutan rentang waktu hanyalah sebuah salah paham akibat asal menyerang tanpa meneliti konteks.

Dirinya meluruskan bahwa angka “74” yang sempat diiyakan dalam tanya jawab dengan host RRI Kendari sebenarnya merujuk pada rentang waktu historis internal kerajaan, yaitu sekitar tahun 1740-an, bukan tahun 1974 era modern (resettlement).

Baca Juga :  Pengadilan Bandar Lampung Dalami Fakta Kematian Mahasiswa, Riwayat Tumor Otak Jadi Sorotan

“Pemikiran Saudara Rabiali-lah yang melompat terlalu jauh melintasi abad hingga ke tahun 1970-an. Sangat disayangkan seorang kandidat doktor justru memakai makian personal di ruang publik,” sesalnya.

Dalam memaparkan sejarah, La Ode Riago menegaskan memiliki pilar data yang sangat terpercaya, salah satunya bersumber langsung dari tokoh adat dan budaya Muna, La Ode Hibali. La Ode Hibali merupakan keturunan garis lurus langsung (cucu) dari Raja Muna XIV, La Ode Huseini atau yang dikenal dengan gelar Omputo Sangia.

Ketika Sdr. Rabiali mencaci pemaparan tersebut, La Ode Riago mengingatkan bahwa tindakan itu secara tidak langsung telah merendahkan kesucian ingatan sejarah tutur lisan yang dijaga ketat oleh keluarga turunan Omputo Sangia.

Menanggapi kegaduhan ini, La Ode Hibali pun turut memberikan pernyataan sikap yang bijak namun menohok:

“Kalau ada data yang menurut kamu benar, silakan sampaikan sumbernya dari mana. Jangan sampai data yang kamu agung-agungkan itu hanya hasil kutipan dari internet! Saya mendapatkan cerita langsung dari orang tua kakek saya yang merupakan keturunan langsung Omputo Sangia, tokoh yang memindahkan pusat kerajaan Muna dari Kotano Wuna ke Fotuno Sangia,” tutur La Ode Hibali.

Baca Juga :  Perdana Dirasakan Warga Kabupaten Tangerang, Urus Roya dan Waris Selesai dalam Lima Menit

La Ode Hibali menambahkan bahwa perpindahan tersebut sempat gagal akibat serangan nyamuk yang menyebabkan banyak korban sakit, sebelum akhirnya berpindah ke wilayah Wasolangka hingga melahirkan gelar Omputo Sangia.

Di akhir pernyataannya, La Ode Riago, S.H., mengajak seluruh masyarakat, khususnya rumpun Wuna, untuk menyudahi kegaduhan yang tidak produktif ini dengan hati yang lapang. Ia menekankan bahwa membicarakan sejarah leluhur bukanlah panggung untuk merasa paling pintar.

“Kekhilafan dalam bertutur kata adalah tabiat manusia, namun memperbaikinya dengan keluhuran budi adalah jalan para ksatria. Pintu silaturahmi dan ruang diskusi ilmiah yang sehat selalu terbuka lebar, agar energi kita sebagai sesama anak bangsa dapat bersatu padu membangun daerah,” pungkas Sangia Kobenteno.

Berita Terkait

Ini, Strategi Disdagperin Kota Bekasi Naik Kelas Kan 12 IKM Lewat Sertifikasi Gratis
Pokja Wartawan Minta Pemkot Bekasi Sediakan Press Room Representatif di Kantor Walikota
Warga Terlantar Terevakuasi Oleh Dinsos Kota Bekasi di SPBU Setia Kawan Dengan Kondisi Memprihatinkan
Dampingi Wakapolres, Kapolsek Pondok Gede Pastikan Keamanan Maulid Akbar Sukses dan Kondusif
TNI Tangkap Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur di Yahukimo
PGR Kota Bekasi Perkuat Mesin Politik hingga Akar Rumput, Enam Ranting Bekasi Utara Terima SK
Wujud Nyata Kemanunggalan, Kodim 0808/Blitar Gelar Bakti Sosial Dan Baksoskes Serentak Sambut HUT Ke-81 TNI
Dinsos Kota Bekasi Salurkan Permakanan Tahun 2026 bagi Anak, Lansia dan Penyandang Disabilitas di Bekasi Timur
Berita ini 349 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 20:54 WIB

Ini, Strategi Disdagperin Kota Bekasi Naik Kelas Kan 12 IKM Lewat Sertifikasi Gratis

Selasa, 22 September 2026 - 18:16 WIB

Pokja Wartawan Minta Pemkot Bekasi Sediakan Press Room Representatif di Kantor Walikota

Selasa, 22 September 2026 - 15:22 WIB

Warga Terlantar Terevakuasi Oleh Dinsos Kota Bekasi di SPBU Setia Kawan Dengan Kondisi Memprihatinkan

Senin, 21 September 2026 - 17:47 WIB

Dampingi Wakapolres, Kapolsek Pondok Gede Pastikan Keamanan Maulid Akbar Sukses dan Kondusif

Minggu, 20 September 2026 - 18:21 WIB

PGR Kota Bekasi Perkuat Mesin Politik hingga Akar Rumput, Enam Ranting Bekasi Utara Terima SK

Berita Terbaru