Pemuda Negeri Luhutuban dan Pemuda Dusun Aman Jaya Bersihkan Jejak Sejarah

- Jurnalis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sorotnasional.com
M.S. Pelu GB

Manipa Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku – Suasana di sekitar Talaga Lanae, Kecamatan Kepulauan Manipa, tampak berbeda dari biasanya. Jumat 22 Agustus 2025 Sekelompok pemuda dari Negeri Luhutuban dan Dusun Aman Jaya, terlihat bahu-membahu membersihkan situs-situs bersejarah.

Aksi gotong royong ini berfokus pada area Negeri Tuban Lama, sebuah lokasi yang kaya akan cerita dan memori sejarah para pendahulu. Dengan semangat yang membara, mereka bekerja dengan tertib dan lancar, menunjukkan kepedulian tinggi terhadap warisan budaya leluhur.

Aktivitas utama para pemuda ini adalah membersihkan bongkahan puing-puing sejarah Masjid Tuban Lama yang usianya sudah sangat tua. Pondasi yang tersembunyi di balik semak belukar ini seolah menjadi saksi bisu perjalanan spiritual masyarakat setempat di masa lalu.

Tak hanya itu, mereka juga membersihkan area pondasi Sekolah Dasar (SD) Inpres Kelang Asaude yang lama, sebuah bangunan yang dulu berdiri kokoh di atas tanah hibah dari Pemerintah Desa Luhutuban pada tahun 1983.

Upaya ini bukan hanya sekadar membersihkan, melainkan juga menghidupkan kembali ingatan kolektif akan tempat-tempat penting dalam sejarah pendidikan dan keagamaan mereka.

Menggali dan merawat jejak leluhur melalui pembersihan ini juga mencakup area yang memiliki makna simbolis, yaitu pilar Sipat. Pilar ini merupakan bukti otentik pemberian dari Tuban kepada Waliyaha Kelang Asaude yang terletak di sekitaran Pantai Haku Male-Male.

Baca Juga :  Puskesmas Fena Leisela Garda Terdepan Kesehatan Buka 24 Sinergi Buru Berseri

Aksi ini menjadi pengingat pentingnya hubungan harmonis antar wilayah yang telah terjalin sejak lama. Dengan membersihkan pilar ini, para pemuda tidak hanya merawat benda, tetapi juga melestarikan nilai-nilai persaudaraan dan sejarah yang terkandung di dalamnya.

Semangat yang sama juga terasa di Dusun Sagu Rela, atau yang dikenal sebagai Dusun Raja Negeri Luhutuban. Area dari Talaga Lanae hingga Pantai Haku Male-Male dibersihkan secara menyeluruh, menciptakan pemandangan yang lebih rapi dan indah.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemuda Luhutuban serta Pemuda Dusun Aman Jaya dan sekitarnya tidak hanya peduli pada satu titik, melainkan pada keseluruhan kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Ini adalah bukti nyata bahwa mereka adalah generasi penerus yang bertanggung jawab.

Komentar dan harapan masa depan banyak pihak yang memberikan apresiasi dari kegiatan yang baik ini. Wael Nussy dengan bahasa Manipa mangatakan, “Cene pertahankan cene mi kapile adate sesuai Yoo makuanda patore Lea.” Uthe Pelu di Jakarta mengatakan bangga dengan saudara-saudaranya di Luhutuban dan Aman Jaya yang peduli pada sejarah baik yang kini mulai diperhatikan perawatannya, “Dengan dibuatkan patok batas permanen sebagai legalitas.”

Ale Raupele Putera Manipa kediaman di Jakarta sangat haru sekaligus bangga inisiatif pemuda Luhutuban dan Amam Jaya ini yang dengan sukacita membersihkan batas wilayah dua negeri antara Luhutuban dan Kelang Asaude, “Dialkuaknnya pembersihan batas lahan dimaksuad agar terhindar terjadinya sengketa perbatasan dikemudian hari.”

Baca Juga :  Kekecewaan Ahli Waris Nurlatu di Gunung Botak Memuncak, DPRD Buru Siap Meditasi

Semangat gotong royong pemuda Luhutuban dan Pemuda Dusun Aman Jaya karena memang Negri dan Dusun ini merupakan 1 kandung yang hebat dan cerdas merawat suasana Kamtibmas dengan bersatu merawat warisan para leluhur.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa gotong royong sebagai salah satu nilai luhur bangsa masih hidup subur di tengah masyarakat. Aksi ini tidak hanya sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan rasa memiliki terhadap kampung halaman.

Ini adalah contoh nyata bagaimana generasi muda dapat berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya. Diharapkan, kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi pemuda di daerah lain untuk bangkit dan peduli terhadap sejarah serta lingkungan sekitar mereka.

Apa yang dilakukan para pemuda ini adalah investasi berharga untuk masa depan, di mana jejak-jejak sejarah tidak akan hilang ditelan zaman. Aksi ini juga menjadi pengingat bahwa merawat warisan leluhur adalah tugas kita bersama, untuk memastikan bahwa generasi mendatang dapat terus belajar dan menghargai akar budaya mereka di negeri yang bertajuk Mali Ite Jadi Esa ini.

 

Berita Terkait

TNI–ADF Padukan Kekuatan Laut dan Udara dalam Demo Pendaratan Amfibi Keris Woomera 2026
Sangat Kecewa, Koordinator Aksi Damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya, Tegaskan: Copot Kadis LH Dalam 7 Hari Kedepan Atau Aksi Damai Jilid II
FPMM Usulkan Pendirian Sekolah Taruna di Indonesia Timur: Meratakan Harapan, Memperkuat Persatuan
Wakil Walikota Bekasi Buka Kompetisi Sains, Seni, Dan Olahraga Siswa
ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri
Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti
Danrem 143/HO Tutup Latihan Kadertih Program Latihan Khusus Sabuk Hitam Tingkat I PSM
Berita ini 114 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:33 WIB

TNI–ADF Padukan Kekuatan Laut dan Udara dalam Demo Pendaratan Amfibi Keris Woomera 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Sangat Kecewa, Koordinator Aksi Damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya, Tegaskan: Copot Kadis LH Dalam 7 Hari Kedepan Atau Aksi Damai Jilid II

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:53 WIB

FPMM Usulkan Pendirian Sekolah Taruna di Indonesia Timur: Meratakan Harapan, Memperkuat Persatuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Wakil Walikota Bekasi Buka Kompetisi Sains, Seni, Dan Olahraga Siswa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:04 WIB

ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan

Berita Terbaru