sorotnasional.com
M.S Pelu GB
Ambon, Maluku – (20 Februari 2026) Tepat satu tahun kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath menahkodai Provinsi Maluku, visi “Lawamena” (Langkah Maju Bersama) mulai menampakkan hasil nyata. Di tengah dinamika sosial dan keterbatasan anggaran, pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku menyajikan data transparan sebagai bentuk pertanggungjawaban publik atas amanah rakyat periode 2025-2026.
Ekonomi Maritim dan Hilirisasi Produk Lokal
Salah satu tonggak sejarah dalam setahun terakhir adalah realisasi dana bagi hasil Participating Interest (PI) 10% dari Blok Masela sebesar Rp 1,2 triliun. Dana ini telah dialokasikan langsung untuk infrastruktur dasar, termasuk jalan dan air bersih di berbagai titik strategis.
Tak hanya bergantung pada sektor migas, Lawamena sukses mendorong hilirisasi komoditas unggulan. Sentra pengolahan sagu di Pulau Seram kini mampu memproduksi 5.000 ton tepung per bulan untuk pasar ekspor. Sementara itu, komoditas pala dan kelapa dari Maluku kini telah menembus pasar mancanegara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, hingga Filipina dalam bentuk produk olahan bernilai tambah.
Konektivitas dan SDM: Memutus Isolasi
Di sektor infrastruktur, pembangunan Maluku Integrated Port di Ambon telah mencapai 70%. Perbaikan jalan sepanjang 120 km di Pulau Seram dan 85 km di Pulau Buru juga menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperlancar distribusi logistik, yang terbukti mampu menjaga fluktuasi harga bahan pokok di bawah 5%.
Untuk sektor SDM, sebanyak 150 sekolah di wilayah 3T kini telah terhubung internet satelit. Kerja sama vokasi dengan Universitas Pattimura dan institusi lainnya telah melatih lebih dari 2.000 pemuda, di mana 60% di antaranya langsung terserap di dunia kerja.
Apresiasi dari Masyarakat
Seorang tokoh masyarakat Maluku yang tidak bersedia disebutkan namanya, saat dimintai keterangan, memberikan pandangan objektif terkait perjalanan setahun ini.
“Kita mengapresiasi pemerintahan di Maluku saat ini dengan juga turut prihatin atas pemotongan dana dari pemerintah pusat. Hanya beta mengajak kepada katong samua orang Maluku untuk terus memberikan suport dan kepercayaan kepada Lawamena untuk menahkodai Maluku di tengah keterbatasan dana dari pusat. Katong salut dengan capaian yang sudah dilakukan Hendrik-Vanath,” ungkapnya.
Pesan Persatuan dan Harapan Pimpinan Daerah
Gubernur Hendrik Lewerissa menyatakan rasa syukurnya atas sinergi yang terbangun selama setahun ini.
“Kita bersyukur pada satu tahun perjalanan pemerintahan ini kita ada sama sebangun dengan provinsi lain di Indonesia, bersemangat memberikan pelayanan terbaik. Beberapa hari lalu Maluku juga merayakan Imlek bersama, dan kini kita sudah berada di bulan Ramadhan 1447H. Tidak lupa beta menyampaikan selamat berpuasa kepada basudara Muslim,” ujar Gubernur.
Beliau menegaskan bahwa kritik adalah energi, namun harus berbasis data. “Capaian ini adalah batu pertama. Fokus ke depan tetap pada pemerataan agar pembangunan tidak hanya berpusat di Ambon, tetapi menjangkau hingga pelosok Maluku Tenggara Barat dan Barat Daya,” tambahnya.
Wakil Gubernur Abdullah Vanath menambahkan bahwa keberhasilan ini adalah milik kolektif rakyat Maluku.
“Kita bangga dengan apa yang telah kita capai bersama. Dukungan dari tokoh adat, ulama, pemuka agama, hingga pemuda adalah kunci.
Mari kita introspeksi bersama: apakah komentar kita bermanfaat untuk kemajuan Maluku? Mari kita bekerja sama, karena hanya dengan persatuan, Maluku bisa menjadi lebih baik untuk generasi mendatang,” tutur Vanath.
Menutup pembicaraan, Hendrik Lewerissa menekankan bahwa transparansi adalah harga mati. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memverifikasi data capaian pemerintah melalui kanal resmi yang telah disediakan agar tidak terjebak dalam disinformasi.
“Mari katong fokus pada apa yang benar-benar bermanfaat bagi kemajuan tanah air kita tercinta, Par Maluku Pung Bae,” pungkasnya.










